One Piece Movie 14 Stampede

Streaming One Piece: Stampede Subtitle Indonesia


One Piece: Stampede (bahasa Jepang: ワンピーススタンピード Hepburn: Wan Pīsu Sutanpīdo) adalah sebuah film anime Jepang bergenre fantasi laga petualangan tahun 2019 yang disutradarai oleh Takashi Otsuka dan diproduksi oleh Toei Animation. Film ini merupakan film keempat belas dari seri film One Piece, yang didasarkan dari manga berjudul sama karya Eiichiro Oda, sekaligus memperingati 20 tahun penayangan seri anime-nya. Oda terlibat sebagai Pengawas Kreatif untuk film ini. Film ini ditayangkan secara perdana di seluruh dunia di Osaka Station City Cinema di Osaka pada tanggal 1 Agustus 2019, dan kemudian dirilis di Jepang pada tanggal 9 Agustus 2019. Peristiwa dalam ini film berlatar selama musim ke-20 dari seri anime One Piece, setelah arc cerita ke-30, "Carbonic Acid King".


One Piece Stampede Sub Indo adalah movie ke-14 dari serial anime One Piece. Di Jepang sendiri movie ini rilis pada tanggal 9 Agustus 2019 sebagai peringatan dari 20 tahun tayangnya serial animenya. Mangaka-nya sendiri yaitu Eichiro Oda mengawasi pengerjaan proyek movie ini. Dan film ini mengambil seting waktu dan tempat pada Festival Bajak Laut. Dengan jargon “Diselenggarakan oleh bajak laut untuk para bajak laut.”. Di mana seluruh bajak laut termasuk bajak laut terkenal berkumpul di satu tempat untuk mengikuti perburuan harta karun terbesar yaitu sebuah harta karun yang hilang dari sang Raja Bajak Laut. Dan pemrakarsa dari festival bajak laut ini adalah sosok bernama Buena Festa. Festa yang harusnya sudah mati, ternyata masih hidup dan mengadakan festival ini. Tak hanya itu saja, ia bahkan dirumorkan bekerja sama dengan sosok terkenal yang bahkan diwaspadai oleh Angkatan Laut yaitu Douglas Bullet. Douglas Bullet pun harusnya juga terpenjara di Impel Down. Dia di kenal sebagai sosok yang memiliki kekuatan setara atau bahkan lebih kuat dari Silvers Rayleigh. Entah apa yang direncanakan Festa dalam festival bajak laut ini. Yang jelas ia mengundang seluruh bajak laut di dunia, bahkan Angkatan Laut yang seharusnya tak undang pun juga ikut serta. Luffy dan teman-temannya tak tahu menahu mengenai hal ini, karena mereka hanya tertarik dengan festival yang ada kaitannya dengan harta karun Raja Bajak Laut. Dan di festival ini seluruh Bajak Laut Generasi Terburuk berkumpul. Akan seperti apakah festival besar para bajak laut ini? Dan apakah modus yang Festa rencanakan?


One Piece: Stampede

Jepang                         : ワンピーススタンピード - Hepburn Wan Pīsu Sutanpīdo
Sutradara               : Takashi Otsuka
Produser                         : Hiroki Koyama
Skenario                         : Atsuhiro Tomioka, Takashi Otsuka
Berdasarkan                 : One Piece oleh Eiichiro Oda
Pemeran                         : Mayumi Tanaka, Kazuya Nakai, Akemi Okamura, Kappei Yamaguchi, Hiroaki Hirata, Ikue Ohtani, Yuriko Yamaguchi, Kazuki Yao, Chō
Musik                         : Kohei Tanaka
Perusahaan produksi : Toei Animation
Distributor                 : Toei Company
Tanggal rilis                 : 1 Agustus 2019 (Perdana), 9 Agustus 2019 (Jepang)
Durasi                         : 101 menit
Negara                         : Jepang
Bahasa                         : Jepang
Pendapatan kotor         : ¥5,53 miliar (Jepang)
                                          US$93,4 million (seluruh dunia)

Sinopsis One Piece: Stampede

Bajak Laut Topi Jerami datang ke Pulau Delta untuk mengikuti Festival Bajak Laut, sebuah pertemuan bajak laut besar yang diselenggarakan oleh master festival bernama Buena Festa. Festa mengirim para bajak laut ke pulau terapung untuk berburu harta karun milik Raja Bajak Laut, Gol D. Roger. Kru Topi Jerami dan banyak kru bajak laut lainnya, termasuk dari Generasi Terburuk serta kru Bajak Laut Buggy, Bajak Laut Foxy, Barto Club, dan Bajak Laut Beautiful, berlayar menggunakan Knock Up Stream dan bertempur satu sama lain sembari berlomba menuju harta. Namun, festival tersebut diatur secara diam-diam sebagai bagian dari rencana antara Festa dan bajak laut legendaris bernama Douglas Bullet. Trafalgar Law menyadari rencana tersebut dan diserang, tetapi berhasil menuju ke Thousand Sunny dan memberi tahu kru Topi Jerami bahwa sesuatu yang mencurigakan sedang terjadi. Robin, Sanji, Chopper, dan Brook pergi bersamanya untuk menyelidiki. Smoker yang sedang menyamar juga pergi sendirian untuk menyelidiki. Setelah menyelinap ke tempat persembunyian Festa, kelompok Law menemukan informasi bahwa Festa telah berkonspirasi dengan Angkatan Laut untuk mengirim Buster Call ke Pulau Delta, yang dapat menghancurkan pulau tersebut dan semua orang di dalamnya.


Buggy berhasil merebut harta Roger, tetapi sebuah kapal galleon muncul di Knock Up Stream dan membombardir pulau terapung itu dengan tembakan meriam, membuat pulau tersebut hancur. Para bajak laut jatuh ke teluk di bawah mereka, tempat di mana Bullet merebut harta tadi dan menantang anggota Generasi Terburuk untuk bertarung. Luffy dan anggota Generasi Terburuk lainnya tidak dapat mengatasi kekuatan Bullet yang kasar dan dibuat kewalahan dengan cepat olehnya. Bullet menggunakan kekuatan Buah Clank-Clank untuk menciptakan dan menghuni mesin tempur, yang digunakannya untuk mengalahkan Luffy dan seluruh bajak laut. Ketika Bullet mencoba untuk membunuh Luffy, Usopp menembak tubuh mesinnya tetapi tidak berhasil. Tindakan Usopp tersebut menyebabkan Bullet untuk menyerangnya. Sementara itu, para bajak laut lainnya mencoba melarikan diri dari Pulau Delta, tetapi armada Buster Call Angkatan Laut sedang menuju ke arah mereka.


Ketika para bajak laut bertarung melawan Angkatan Laut, kelompok Law bertemu Smoker di markas Festa. Smoker kemudian menangkap Brook dan Chopper dan bertarung dengan Sanji sementara Law dan Robin melarikan diri untuk melanjutkan misi. Sanji mengungkapkan informasi yang mereka miliki kepada Smoker bahwa Festa mengatur agar Buster Call menyerang pulau itu. Smoker tidak menyadari hal tersebut dan menyadari bahwa Angkatan Laut telah dijebak. 


Sementara itu, Law dan Robin bertemu Crocodile—mantan Shichibukai, yang ingin melibatkan Law dalam sebuah rencana. Bullet menghadapi armada Buster Call dan mengungkapkan kekuatan Buah Iblisnya yang telah dibangkitkan, yang memungkinkannya untuk menghancurkan armada serta kota di sekitarnya dan membentuknya menjadi raksasa seukuran gunung. Saat mengontrol tubuh raksasa tersebut, Bullet mampu memisahkan pulau itu dengan satu pukulan, dan dengan mudah mengungguli para bajak laut dan prajurit Angkatan Laut di sekitarnya. Festa mengungkapkan bahwa harta yang sedang dipegang Bullet adalah Eternal Pose yang dapat memandu kapal ke Laugh Tale, lokasi dari One Piece—harta karun yang paling terkenal. Dengan impian Bullet untuk menjadi Raja Bajak Laut dengan mengalahkan orang-orang paling kuat di dunia, Festa bermaksud menggunakan perang dan harta karunnya untuk memulai era baru. Setelah mendengar tentang apa yang telah dilakukan Bullet, Sakazuki selaku Laksamana Armada Angkatan Laut memerintahkan Buster Call kedua untuk menyerang pulau itu.


Sanji, Robin, Chopper, dan Brook bertemu lagi. Sanji dan Robin berusaha mencari cara untuk melarikan diri dari pulau sementara Chopper dan Brook berusaha mencari Luffy. Chopper dan Brook menemukan Luffy dan Usopp dalam keadaan setengah mati, dan Chopper memberi mereka beberapa perawatan. Setelah sadar kembali, Luffy segera berangkat untuk menyerang Bullet, meskipun dia kembali diungguli olehnya. Anggota Shichibukai Boa Hancock berusaha menemukan Luffy, dan berhasil bertemu dengannya sembari berpapasan dengan Buggy, Smoker, Law, dan anggota Tentara Revolusioner, Sabo. Law mengungkapkan rencananya untuk mengalahkan Bullet dengan menghancurkan tubuh raksasanya, dan Crocodile bergabung dengan mereka untuk membantu serangan gabungan mereka. Serangan tersebut berhasil menghancurkan salah satu lengannya. Luffy kemudian mengaktifkan Gear Fourth dan mengubah lengannya menjadi balon raksasa sambil beradu pukulan dengan tubuh raksasa Bullet, yang akhirnya mampu melumpuhkannya. Bullet kemudian menyerang Luffy menggunakan tubuh mesin tempurnya, tetapi tembakan yang dilakukan Usopp padanya tumbuh menjadi tanaman besar yang menghancurkan tubuh mesinnya. Luffy dan Bullet kemudian beradu pukulan, dan Luffy akhirnya keluar sebagai pemenang.


Crocodile dan Rob Lucci masing-masing berusaha mendapatkan Eternal Pose, tetapi Luffy menghancurkannya karena tidak menyadari kegunaannya. Festa berduka atas kegagalan rencananya, sebelum dirinya dikalahkan dan ditangkap oleh Sabo. Luffy bersatu kembali dengan krunya dan mereka berusaha melarikan diri bersama dengan bajak laut lainnya, tetapi berhadapan dengan armada Buster Call kedua. Smoker menghubungi atasannya dengan mengatakan bahwa tidak ada lagi alasan untuk melakukan Buster Call, dan Sabo menciptakan dinding api yang memungkinkan para bajak laut untuk melewati armada Angkatan Laut tersebut dengan aman.


Dalam sebuah adegan pascakredit, terungkap bahwa Roger tidak menyetujui anggota krunya membuat Eternal Pose. Ia kemudian membuangnya, dan percaya bahwa One Piece tidak dapat diperoleh oleh seseorang yang akan bergantung pada hal seperti itu. Kembali pada masa sekarang, semua orang terkejut setelah mengetahui bahwa Luffy menghancurkan Eternal Pose, meskipun Usopp sama sekali tidak terkejut dengan tindakannya. Luffy menyatakan bahwa jika mereka mengambilnya, mereka akan melewatkan banyak petualangan hebat.

SeeCloseComments